Sedihnya Kakek 70 Tahun Asal Kediri Ini, Sudah 5 kali Lebaran 5 Anaknya yang Sukses Tak Pernah Nengok

Sedihnya Kakek 70 Tahun Asal Kediri Ini, Sudah 5 kali Lebaran 5 Anaknya yang Sukses Tak Pernah Nengok

Baca Juga



Dunia ini memang penuh kisah yang tak terduga.
Selama ini kita sering mendengar kasih orang tua yang tiada batas, membesarkan anaknya dengan susah payah dengan segala keterbatasan.
Namun, beberapa kisah miris juga terdengar, kala ada anak yang menggugat orang tuanya ke pengadilan.
Mirip juga juga dengan kisah yang dibagikan oleh akun Topan Waktra ini, tentang hubungan menyedihkan orang tua dan anaknya.

Pada 13 Juli, akun Topan Waktra menuliskan bahwa sekitar jam 03.00 WIB, dia melewati jalan Raya Prapen Surabaya, hendak pulang ke daerah Waru. 
Di sekitar pom bensin dekat traffic light persimpangan menuju arah Plaza Marina, ia mendengar ada suara samar-samar di pinggir jalan. 
Tidak jelas apa yang dikatakan, yang pasti saat ia spontan menoleh dan melihat, ternyata ada seorang bapak pedagang. 
Ia pun berputar balik dan ingin tahu beliau berjualan apa.

Ternyata bapak pedagang itu berjualan onde-onde.
Setelah melihat dagangannya, ia memutuskan membeli 10 onde-onde dengan harga Rp 1000 per onde-onde. 
Lalu ia mengajak Bapak pedagang onde-onde tersebut mengobrol sejenak.
Beliau bernama Pak Seger, berusia kurang lebih 70 tahun. 

Asli dari Kandangan, Pare-Kediri. 
Pak Seger pindah ke Surabaya sejak setahun yang lalu, karena diajak teman. 
Di Kandangan, Kediri, beliau sudah tidak punya apa-apa.
Seluruh harta yang dikumpulkan sudah habis untuk membiayai 5 anaknya sampai sukses. 

Menurut Pak Seger, anak-anaknya sudah punya toko semua, ada yang tinggal di Kediri dan Jombang.

Pak Seger bercerita selama 5 lebaran terakhir tidak ada satupun anaknya yang menjenguk. 
Bahkan ketika Pak Seger dan istri ingin berkunjung ke rumah anak-anaknya, malah dilarang. 


Pak Seger kecewa dengan sikap anak-anaknya, sehingga memutuskan pindah ke Surabaya untuk mencari nafkah. 
Pak Seger diajak temannya yang berdagang sayur keliling di Surabaya dan sekarang bersama istri tinggal di kost di daerah Tenggilis.

Karena itu, Topan mengajak teman-temannya yang kebetulan lewat daerah Prapen antara jam 03.00-05.00 WIB, agar mampir ke Bapak Seger tersebut, agar bisa menjadi ladang amal. 
Pak Seger ini setiap hari keliling jalan Raya Prapen sampai menjelang Subuh. 
Kalau Subuh dagangannya belum habis, biasanya dibawa kembali ke Tenggilis dan dijual di sekitar kostnya.

Tentu saja, Topan kagum dan hormat dengan kegigihan pak Seger, dan mendoakan agar diberikan rejeki melimpah dan tabah sampak akhir. 
Kisah mengharukan ini mendapat perhatian penuh dari netizen, mendapat respon 54 ribu kali, dan dibagikan 14 ribu kali.
Komentar netizen juga sangat banyak, hampir mencapai 20 ribu, dan kebanyakan bersedih dan mendoakan pak Seger.

Sumber : http://www.grid.id

Related Posts

Sedihnya Kakek 70 Tahun Asal Kediri Ini, Sudah 5 kali Lebaran 5 Anaknya yang Sukses Tak Pernah Nengok
4/ 5
Oleh