Di Bali, Anjing Diracun dan Dibunuh Secara Brutal. Lalu Dagingnya Dijual Ke Wisatawan

Di Bali, Anjing Diracun dan Dibunuh Secara Brutal. Lalu Dagingnya Dijual Ke Wisatawan

Baca Juga


Sebuah bukti menunjukkan bahwa di Balibanyak anjing yang diracun dan dibunuh secara brutal.
Bahkan, dagingnya dijual kepada wisatawan yang tidak menaruh curiga.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Amalia Qisthyana
TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebuah bukti menunjukkan bahwa di Balibanyak anjing yang diracun dan dibunuh secara brutal.
Bahkan, dagingnya dijual kepada wisatawan yang tidak menaruh curiga.
Tribun Jabar melansir dari abc.net.au, bukti ini didapat oleh seorang turis Australia yang secara tidak sengaja mengonsumsi daging anjing di Bali.
Dari laporan tersebut mengungkapkan bahwa hewan-hewan itu ditangkap secara brutal.
Kemudian hewan tersebut disembelih tidak jauh dari pantai.
Bahkan menurut ahli toksikologi, hewan yang diracun itu bisa menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia.
Di Bali, memakan daging anjing memang tidak ilegal.
Namun, cara para penjual menjajakan dagangannya merupakan hal tak wajar karena membohongi pembeli.
Banyak penjual yang berbohong bahwa sate daging yang dijualnya merupakan sate ayam, padahal itu adalah daging anjing.
Laporan ini didalami oleh kampanye Animals Australia (AA).
Direktur kampanye Animals Australia (AA), Lyn White mengungkapkan bahwa membunuh hewan dengan kejam dan memakan daging yang terkontaminasi racun jelas bertentangan dengan hukum.
“Perdagangan daging anjing melanggar hukum kekejaman hewan dan undang-undang keamanan pangan,” tambahnya.
Penyelidikan ini dipimpin oleh kampanye Animals Australia (AA).
Mereka memperoleh bukti tentang percakapan seorang pedagang kaki lima dan beberapa turis (yang ternyata penyelidik AA) di kawasan wisata Seminyak, di selatan Bali.
Bahkan, situs abc.net.au menyertakan video mengenai penyelidikan terkait perdagangan sate anjing tersebut.
Penyelidik AA : Apa yang kamu jual?
Pedagang : Sate anjing
Penyelidik AA: Karena itu kamu memasang gambar anjing di wadah ini?
Pedagang : Iya.

Tapi percakapan serupa berbeda ketika pedagang tersebut bertemu turis lainnya.
Pedagang: Sate hanya 1 US Dollar (Rp13.000)
Turis : Itu apa? Ayam?
Pedagang : Sate
Turis : Sate ayam? bukan sate anjing?
Pedagang : Bukan, bukan anjing.
Turis : Syukurlah, aku senang kalo itu bukan anjing.
Tidak hanya dijual di pantai, ada beberapa restoran khusus yang menjual daging anjing juga.
“Ketika turis berjalan, mereka akan melihat sebuah toko yang menjual sate. Tapi mereka tidak menyadari ada huruf RW di toko yang berarti itu adalah daging anjing yang disajikan,” ucap White.
Ke depannya penyelidik AA akan bermitra dengan pemerintah Bali untuk mencari solusi terbaik dari masalah ini.


Sumber : http://jabar.tribunnews.com

Related Posts

Di Bali, Anjing Diracun dan Dibunuh Secara Brutal. Lalu Dagingnya Dijual Ke Wisatawan
4/ 5
Oleh