Bunuh Diri 2 Kakak Beradik di Apartemen Gateway Bandung, Ternyata Ini Riwayat Depresinya

Bunuh Diri 2 Kakak Beradik di Apartemen Gateway Bandung, Ternyata Ini Riwayat Depresinya

Baca Juga


EP (34) dan ESP (28) kakak beradik yang bunuh diri dengan cara melompat dari balkon apartemen lantai 5Apartemen Gateway, Jalan Ahmadyani, Kota Bandung, Senin (24/7/2017) sore diketahui mengalami depresi berat dan berkepanjangan.
"Dua-duanya pernah menjalani rehabilitasi di Cikeas, Bogor," kata Kepala Polsek Cibeunying Kidul Kompol Anton Purwantoro di lokasi kejadian, Senin malam.
Anton menambahkan, melalui keterangan adiknya, Rionald Parubak, kedua korban telah mengalami depresi sejak 8 tahun ke belakang.
"Salah satu adik mereka juga masih di rehabilitasi (karena depresi)," ungkap Anton.
Di apartemen lantai 5A nomor 1, lanjut Anton, kedua korban tinggal bertiga dengan satu orang keponakan.
 Kompas.com sempat melihat keponakan kedua korban yang masih mengenakan baju sekolah putih abu-abu menghampiri jasad kedua bibinya yang tergeletak di parkiran apartemen Gateway.
Keponakan korban kemudian diamankan polisi setelah berteriak dan menangis histeris.
"Keponakannya saat korban bunuh diri sedang sekolah. Pintu terkunci dan terpaksa didobrak oleh manajemen apartemen," tuturnya.
Imas (44) salah satu pemilik laundry di Apartemen Gateway mengatakan, EP beberapa hari ke belakang pernah mendatangi laundry miliknya untuk mencuci pakaian.
"Itu memang adik kakak, dua-duanya kayanya memang depresi. Empat hari ke belakang yang kakaknya datang ke sini curhat macam-macam. Memang kelihatan kaya orang lagi depresi," tuturnya. 
"Sudah Diteriaki Jangan Lompat, Eh Malah Lompat!"
Reza Setiawan, salah satu juru parkir di Apartemen Gateway mengatakan, aksi yang diduga sebagai bunuh diri ini berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB.
"Kalau tidak salah tadi lompat dari lantai 7," ujar Reza kepada Kompas.com di tempat kejadian, Senin sore.
Reza menjelaskan, kedua orang perempuan tersebut melompat dalam waktu berbeda meski jedanya tidak terlalu lama.
"Setelah yang pertama lompat, sekitar lima menit kemudian yang satu lagi lompat," ungkapnya.
Sebelum melompat dari balkon apartemen, lanjut Reza, kedua korban sempat diminta untuk mengurungkan niatnya oleh orang-orang di lapangan parkiran bawah, termasuk beberapa petugas sekuriti.
"Sudah diperingatkan jangan loncat, eh malah loncat," tandasnya.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak:
Sumber : http://style.tribunnews.com

Related Posts

Bunuh Diri 2 Kakak Beradik di Apartemen Gateway Bandung, Ternyata Ini Riwayat Depresinya
4/ 5
Oleh