Bobol BNI Rp 34 Miliar, Aming Dihukum 10 Tahun Penjara

Bobol BNI Rp 34 Miliar, Aming Dihukum 10 Tahun Penjara

Baca Juga


Mahkamah Agung memperberat hukuman Aming Gosal dari 9 tahun menjadi 10 tahun penjara. Pengusaha asal Makassar, Sulsel, itu terbukti membobol PT BNI Tbk sebesar Rp 34 miliar.

Berdasarkan putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung yang dikutip detikcom, Senin (12/6/2017), kasus itu mulai terjadi pada 14 November 2009. Kala itu, pria kelahiran 3 Februari 1967 tersebut mengajukan proposal kredit investasi ke BNI Parepare sebesar Rp 30 miliar.

Tujuannya untuk menambah modal kerja department store sebesar Rp 10 miliar dan sisanya untuk renovasi Mall of Makassar. Pengajuan kredit itu ditelaah Pemimpin Sentra Kredit Kecil, Syahminal Yonni Darma.

Selidik punya selidik, kredit itu bermasalah. Dan saat diusut lebih jauh, ternyata ada penyimpangan yang signifikan, yaitu Aming meminjam uang itu untuk menutup utang di bank sebelah. Alhasil, Aming dkk duduk di kursi pesakitan. 

Pada 21 Januari 2016, Pengadilan Tipikor Makassar menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara kepada Aming. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Makassar. Atas vonis itu, Aming mengajukan kasasi. Bukan diperingan, hukuman Aming malah diperberat.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider 6 bulan," putus majelis yang diketuai Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Krisna Harahap.

Majelis meyakini Aming mengajukan kredit tanpa memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan pihak bank. Selaku Direktur PT Griya Maricaya Gemilang, Aming menggunakan uang Rp 30 miliaran itu untuk kepentingan pribadi melunasi di bank lain, bukan untuk merenovasi Mall of Makassar.

"Sehingga merugikan keuangan negara," ujar majelis.

Atas perhitungan BPKP, negara merugi Rp 34 miliar karena perbuatan Aming. Majelis meyakini perbuatan Aming melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi.

"Menghukum terdakwa dengan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 34 miliar. Jika tidak membayar paling lama 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta bendanya disita jaksa untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut. Jika terpidana tidak mempunyai harta, dipidana selama 5 tahun," ujar majelis pada 11 Januari 2017.

Di kasus ini, Syahminal dihukum 7 tahun penjara. Syahminal dinilai bersalah karena penggunaan pencairan kredit tidak dipergunakan sebagaimana yang tertuang dalam proposal. Oleh sebab itu, Syahminal memenuhi unsur sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 29 ayat 2 UU Perbankan. Pelanggaran itu mengakibatkan dipenuhinya Pasal 2 ayat 2 UU Tipikor. 


Sumber : https://news.detik.com

Related Posts

Bobol BNI Rp 34 Miliar, Aming Dihukum 10 Tahun Penjara
4/ 5
Oleh