Puisi Galau : Aku Rela, Aku Ikhlas (WAJIB BACA)

Puisi Galau : Aku Rela, Aku Ikhlas (WAJIB BACA)

Baca Juga

 
 
Kata Galau mendengar kata itu mungkin anda berpikir seseorang yang banyak pikiran. Pada intinya Galau merupakan keadaan dimana seseorang lagi sedih atau murung karena memikirkan sesuatu. Penyebab dari Galau tersebut beragam macam seperti:

"Perasaan yang dilema,
Pengambilan keputusan yang tidak selesai,
Suatu fikiran yang berubah-ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh, bosan, dll."

Belakangan ini istilah kata galau sering diucapkan oleh kalangan remaja atau pelajar yang lagi puber yaitu dengan cara penyampaian secara langsung atau melalui sosial media.
Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan bijak, mending temen-temen ngelakuin sesuatu yang bisa membuat temen-temen senang dan segeralah Move On contohnya mengubah kegalauan teman-taman jadi sebuah karya seperti berikut ini ya, dari pada bengong sendiri gak jelas kan. 

Puisi Galau : Aku Rela, Aku Ikhlas

Aku bukan romeo penebar pesona
Bukan pula Don juan pemikat wanita
Juga bukan titisan Cassanova
Akulah tukang kebun bahagia
Maafkan aku pujaan rahasiaku
Aku yang telah tinggalkanmu
Bukan harapku berakhir dihari itu
Kedewasaanku telah benamkan egoku

Tahukah kau kurelakan tuk siapa saja
Tahukah kau bahagiamu adalah pasal pertama
Tahukah kau putus asa mulai meraja
Tahukah kau raguku mampu terjaga

Aku tak sanggup ada
Jika kau rindu belaian mesra
Aku tak siap terjaga
 
Saat kau menangis menahan kecewa
Aku tak bisa melihatmu tak bahagia
Kurelakan kau walau berat adanya
Maaf jika luncuran kata duka
Hanya seketika itu juga
Sungguh aku tak bisa....

Tahukah aku mati jika tak ada kawan
Mungkin kuakhiri saja nyawa
Tapi terlalu hangat pelukan keluarga
Tak sanggup kuabaikan orang yang mencinta

Kau masih berarti dalam lamunan malam
Masih termimpi walau tak setakjub dulu
Seolah hanya kamu bayangan masa depan
Walau kau tidak lebih dari serpihan masa

Mampukah aku berarti bagimu 
Jika sisi bumi pisahkan kita
Beda semua belokan arah hidup kita
Kuberharap hilang tuk selamanya

Atau,

Kita bertemu dalam tikungan hari
Lama cinta pergi membawa kita sendiri
Suatu saat nanti jika kau lihat purnama ilahi
Kuingin menemukannya kembali

Dan abadi,
 

Related Posts

Puisi Galau : Aku Rela, Aku Ikhlas (WAJIB BACA)
4/ 5
Oleh